May 23, 2024
Penyebab Leukimia dan Cara Penanggulangannya

Healthcarewap.com – Leukimia adalah kanker darah yang terjadi ketika sumsum tulang menghasilkan terlalu banyak sel darah putih abnormal. Sel-sel darah putih abnormal ini tidak dapat berfungsi dengan baik dan dapat menggantikan sel darah merah dan trombosit yang sehat dalam tubuh.

Mengenal Kanker Darah Leukimia : Gejala Awal, Penyebab hingga Jenis Pengobatannya - Tribunjogja.com

Penyebab Leukimia

Penyebab pasti leukimia masih belum diketahui. Namun, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena leukimia antara lain:

  • Riwayat keluarga: Memiliki anggota keluarga dengan leukimia dapat meningkatkan risiko Anda.
  • Paparan radiasi: Paparan radiasi tinggi, seperti dari sinar-X atau bom atom, dapat meningkatkan risiko leukimia.
  • Bahan kimia tertentu: Paparan bahan kimia tertentu, seperti benzena dan formaldehida, dapat meningkatkan risiko leukimia.
  • Infeksi virus: Infeksi virus tertentu, seperti Epstein-Barr virus (EBV) dan human T-cell leukemia virus (HTLV), dapat meningkatkan risiko leukimia.
  • Kelainan kromosom: Beberapa kelainan kromosom tertentu dapat meningkatkan risiko leukimia.

Jenis-jenis Leukimia

Leukimia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel darah putih yang terkena dan kecepatan perkembangannya. Berikut adalah beberapa jenis leukimia yang umum:

  • Leukimia limfoblastik akut (ALL): Jenis ini menyerang sel darah putih limfoblas yang belum matang. ALL adalah jenis leukimia yang paling umum pada anak-anak.
  • Leukimia myeloid akut (AML): Jenis ini menyerang sel darah putih myeloid yang belum matang. AML adalah jenis leukimia yang paling umum pada orang dewasa.
  • Leukimia limfoblastik kronis (CLL): Jenis ini menyerang sel darah putih limfoblas yang matang. CLL adalah jenis leukimia yang paling umum pada orang dewasa.
  • Leukimia myeloid kronis (CML): Jenis ini menyerang sel darah putih myeloid yang matang. CML adalah jenis leukimia yang lebih jarang daripada ALL dan AML.

Gejala Leukimia

Gejala leukimia dapat bervariasi tergantung pada jenis dan stadium penyakitnya. Namun, beberapa gejala umum leukimia meliputi:

  • Kelelahan ekstrem
  • Sering infeksi
  • Memar dan pendarahan yang mudah
  • Demam
  • Penurunan berat badan
  • Pembesaran limpa dan kelenjar getah bening
  • Nyeri tulang dan sendi
  • Ruam kulit

Cara Menanggulangi Leukimia

Pengobatan leukimia tergantung pada jenis dan stadium penyakitnya. Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan yang umum:

  • Kemoterapi: Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.
  • Terapi radiasi: Terapi radiasi menggunakan sinar-X berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker.
  • Transplantasi sumsum tulang: Transplantasi sumsum tulang melibatkan penggantian sumsum tulang yang sakit dengan sumsum tulang yang sehat dari donor.
  • Terapi bertarget: Terapi bertarget adalah obat-obatan yang dirancang untuk menyerang sel kanker secara spesifik tanpa merusak sel sehat.
  • Imunoterapi: Imunoterapi adalah obat-obatan yang membantu sistem kekebalan tubuh Anda sendiri untuk melawan kanker.

Prognosis leukimia tergantung pada jenis dan stadium penyakitnya, usia pasien, dan kesehatan secara keseluruhan. Dengan pengobatan yang tepat, banyak orang dengan leukimia dapat mencapai remisi dan menjalani hidup yang panjang dan sehat.

Pencegahan Leukimia

Saat ini, tidak ada cara pasti untuk mencegah leukimia. Namun, beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terkena leukimia antara lain:

  • Hindari paparan radiasi: Batasi paparan sinar-X dan hindari paparan bahan kimia berbahaya.
  • Makan makanan yang sehat: Makan makanan yang kaya buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
  • Rutin berolahraga: Berolahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.
  • Berhenti merokok: Merokok dapat meningkatkan risiko terkena banyak jenis kanker, termasuk leukimia.

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang risiko leukimia, bicarakan dengan dokter Anda.

Penting untuk diingat bahwa informasi ini bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *