May 23, 2024
Benarkah Sering Minum Kopi Bisa Picu Osteoporosis? Begini Kata Dokter

Jakarta – Healthcarewap.com – Tak bisa dipungkiri, kopi menjadi minuman yang banyak dikonsumsi di tempat umum, terutama di kalangan anak muda. Minum kopi tidak hanya menambah energi saat beraktivitas, tapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Meski begitu, banyak orang percaya bahwa kafein dalam kopi terlibat dalam memicu osteoporosis, yaitu melemahnya tulang. Apakah begitu?

Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo dr Faisal Parlindungan SpPD-KR, menegaskan sampai saat ini belum ada penelitian yang jelas dan menyatakan konsumsi kafein bisa memicu osteoporosis.

Meski begitu, dr Faisal tak menampik bahwa mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak bisa mengganggu metabolisme kalsium. Sebagaimana diketahui, kalsium memiliki peranan penting dalam menunjang kesehatan tulang

“Apalagi kalau misalnya konsumsi kalsiumnya sedikit, kopinya banyak. Maka logikanya mungkin, kalsiumnya dikit, kopinya banyak, maka penyerapan kalsium akan diganggu si kafein,” ucapnya saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2024).

Selain itu, konsumsi kafein dalam jumlah yang tinggi juga dapat mengganggu pembentukan vitamin D. dr Faisal mengatakan, vitamin ini juga memiliki peran penting untuk kesehatan tulang.

“Jadi memang itu mekanisme-mekanisme yang mungkin memiliki efek jika konsumsi kafein yang tinggi akan mengganggu metabolisme kalsium. Tapi sekali lagi belum ada penelitian, belum ada guideline, atau bukti yang kuat, untuk membuktikan hubungan itu,” imbuhnya.

Serupa, spesialis gizi, dr Elfina Rachmi, M.Gizi, SpGK mengatakan memang secara langsung tidak menyebabkan osteoporosis. Namun, mengonsumsi kafein dapat menghambat penyerapan kalsium sekitar 4 miligram.

Karena itu, ia menyarankan untuk tidak berlebihan mengonsumsi kopi, hanya satu hingga dua cangkir sehari.

“Memang dari awal khususnya bagian muda, kebiasaan minum kopi selama ini kita menjaga. Mungkin secara langsung tidak langsung tidak menyebabkan osteoporosis, namun kita harus menjaga dari awal sebelum usia 40 tahun,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *